Desember 2016

Terdakwa Irine Magdalena dan Majelis Hakim Efran Basuning, SH. MH
Surabaya, SadapNews - Sidang perkara perampasan kamera wartawan milik Slamet Maulana yang akrab sapaan panggilan Ade yang bertempat tinggal di kawasan Makodam V Brawijaya Surabaya, pada saat empat tahun silam (Oktober 2012) hingga kini perkaranya belum tuntas dengan  terdakwa a/n Irine Magdalena (45) warga Jalan Sidoyoso III Surabaya.


Fakta persidangan kali ini, kamis (15/12)  dari saksi pelapor Gatot Irawan pimpinan redaksi Tabloid Panjinasional yang hadir sejak pukul 13.00 WIB di pengandilan Negeri Surabaya, namun sidang harus ditunda lagi lantaran terdakwa Irine berkali-kali tidak hadir tanpa alasan yang jelas, akibatnya  terdakwa dianggap tidak menghargai Majelis Hakim dan mempersulit jalannya persidangan, maka ketua majelis hakim Efran Basuning SH, MH dengan geram mengeluarkan penetapan dan memerintahkan kepada JPU Ferry Rachman sebagai eksekutor agar melakukan penahanan terhadap terdakwa Irine dan sidang dilanjutkan kamis depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.


Hal ini juga diungkapkan oleh JPU Fery Rachman yang menangani kasus tersebut dari Kejari Surabaya, saat di konfirmasi melalui selulernya, Jumat (16/12). " Kita sudah semaksimal mungkin agar persidangan berjalan lancar, berkali-kali sidang di agendakan namun terdakwa Irine tidak datang, mungkin membuat majelis hakim geram karena terdakwa tidak menghormati persidangan, maka majelis hakim memerintahkan saya selaku JPU dari saudara pelapor Slamet Maulana atau Ade untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa Irine. Saya tinggal menunggu surat penetapan Hakim, agar saya bisa melakukan eksekusi dan menahan terdakwa Irine," pungkas JPU Fery.


Sementara itu ditempat terpisah saksi pelapor Ade menjelaskan, " kasus saya tentang UU PERS bertahun - tahun belum jelas hingga tahun 2016 ini baru di proses, terdakwa juga berkali-kali ingin meminta damai dengan menawarkan sejumlah uang senilai jutaan rupiah kepada saya, baik mendatangi rumah saya dan meminta damai melalui kerabat saya. Namun tidak membuahkan hasil karena terdakwa bersikukuh tidak bersalah dan tidak merasa bersalah atas perbuatanya," terang Ade Senin (19/12).


Lanjut Ade, ia selalu menghormati persidangan, biar majelis yang memutuskan, "Saya menghormati persidangan biarkan majelis hakim yang memutuskan dengan bijaksana atas kasus saya, agar terdakwa memahami tugas seorang jurnalis  dalam mencari berita dilapangan dilindungi Undang-Undang  No. 40 tahun 1999 tentang Pers," tuturnya. (Ad)


Kadisdik Bangkalan Mohni dan Sekretaris Pendidikan Bambang
-Terindikasi disingkirkan Sekretaris Bangkalan,


Bangkalan, SadapNews - Dihelatnya event akbar 1 tahunan oleh salah satu media di Madura yang melibatkan nominasi banyak tokoh di Madura (Empat kabupaten) akan diumumkan pada akhir tahun ini, siapa yang akan meraih gelar tersebut. Dalam pagelaran tersebut untuk meraih Madura Word harus melalui banyak dukungan dari setiap pihak.


Namun ada satu kejanggalan yang ada dalam benak seluruh instansi Pendidikan dan seluruh tenaga pendidik. Pasalnya, yang masuk Nominasi tokoh pendidikan dalam Madura Word ini bukanlah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Mohni melainkan Sekretaris Dinas Pendidikan Bambang Budi Mustika. Dikalangan pendidikan hal itu sedikit tidak masuk akal. Sebab, jika bicara pendidikan di Bangkalan ada Mohni selaku Kadis.


Aktivis Gelora Mahasiswa Penyelamat Rakyat (Gempar) Nur. Hakim Spd.I mengakatan bahwa dalam Nominasi tokoh Pendidikan ada indikasi politis yang sangat kental didalamnya," kenapa harus Bambang? Mohni lo yang selaku Kadis malah gak masuk. Jangan - jangan ada kehendak lain dari masuknya Bambang dalam nominasi tokoh pendidikan," papar pria lulusan UINSA Surabaya, Selasa (13/12).


Hakim yang menjadi pengamat Pendidikan melihat bahwa didalam hal itu ada indikasi untuk menyingkirkan Mohni dari Kadis," bisa saja kan itu adalah salah satu cara Bambang untuk menyingkirkan Mohni," katanya dengan raut wajah curiga.


Lebih lanjut, dirinya curiga bahwa ada indikasi penekanan terhadap Kepala kepala sekolah dan Kepala kepala UPTD oleh Bambang untuk meraih dukungan penuh," saya curiga, jangan - jangan benar isu yang mengatakan bahwa Bambang menekan para kepala sekolah dan kepala UPTD di Bangkalan untuk dapat dukungan penuh," timpalnya.


Dengan isu yang berkembang itu, mencoba mengklarifikasi ke salah satu Sekolah Meningkat Pertama. Namun hasilnya sedikit mengecewakan karena pihak sekolah tidak mau terbuka dan terkesan takut," Gak ada mas, kami memberi dukungan itu dari hati, karena saya melihat Bambang memang mempunyai integritas dalam memimpin Pendidikan di Bangkalan," kelit salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.


Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan Mohni mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu terkait Madura Word," kalau itu saya gak tahu, yang tahu media itu sendiri dong, saya gak berani ngomong takut salah, entar katanya orang saya dibilang ngalem-ngalem diri saya sendiri, atau orang bilang saya mau menjelek - jelekkan, saya kan enak," katanya.


Dia juga mengakatakan bahwa dirinya juga tidak apa alasannya sampai dirinya tidak masuk nominasi," saya juga gak tahu kenapa yang muncul itu bisa dia ya," ucapnya. Menanggapi isu terkait tekanan yang dilakukan oleh Bambang kepada para Kepsek dan Kepala UPTD, dirinya mengaku juga tidak tahu," saya gak tau soal itu mas, saya juga takut salah yang mau komentar mas," pungkasnya. (AL)

Kapolres Bangkalan, DPRD Bangkalan dan Ketua PWI Bangkalan saat pembukaan Posko Bencana Alam Aceh
Bangkalan, SadapNews - Bencana alam yang menimpah masyarakat Aceh pada hari selasa(6/12/2016) membuat masyarakat Indonesia bersimpati akan terjadinya bencana tersebut. Terbukti dengan kepedulian masyarakat Bangkalan yang turut bersimpati atas bencana tersebut.


Ternyata simpati itu tidak hanya keluar dari hati masyarakat Bangkalan saja. Namun rasa simpati tersebut juga keluar dari Polres Bangkalan dan juga Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Bangkalan. Polres Bangkalan bersama PWI Bangkalan membuka Posko Peduli Bencana Alam Aceh di depan kantor Polres Bangkalan Jalan Soekarno Hatta Bangkalan, Kamis (8/12).


Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha mengatakan kegiatan ini bentuk partisipasi dan kepedulian masyarakat Bangkalan secara umum kepada saudara yang berada di provinsi Aceh. Polres dan PWI Bangkalan sifatnya mengkompulir sebisa mungkin sumbangan-sumbangan yang ada, mungkin kita melakukan kegiatan ke instansi-instansi dan tempat-tempat yang ada di Bangkalan. Kita akan menyalurkan kepada lembaga-lembaga sosial yang bergerak di Aceh.


"Sampai saat ini dana sudah terkumpul Rp 8.450.000, itu hanya dari beberapa instansi saja dan lingkungan Polres, nanti kita terus tingkatkan. Rencananya sumbangan akan kita tutup pada tanggal 23 mendatang,"katanya.


Sementara Ketua PWI Bangkalan, Jimhur Saros mengatakan, pembentukan posko tersebut sebagai kepedulian terhadap bencana alam yang di Aceh. "Ini dibentuk agar semua lembaga bisa nyumbang ke saudara kita yang ada di aceh, semoga bisa mengurangi beban mereka," pungkasnya.


Seluruh Jajaran Dinas atau Instansi di lingkungan masing masing dan kepada masyarakat yang ingin berpartisipasi dan peduli untuk membantu meringankan beban saudara saudara kita yang sedang terkena musibah di Aceh dapat disalurkan melalui : Rek BRI  nomor 6108-01-016662-53-9, atas nama : Peduli Bencana Polres Bangkalan. Atau bisa langsung datang ke Polres Bangkalan Madura dan untuk konfirmasi bisa melalui bendahara atas nama Iptu Suwaji, No. Hp. 085331790020.    (nhs/tif)

Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete bersama Pengurus Masjid Mujahidin
Surabaya, SadapNews - Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete, S.I.K, SH, MH melaksanakan giat sholat jum'at bersama dan sekaligus bersilahturahmi dengan tokoh agama, pengurus Masjid Mujahidin dan Masyarakat.


Giat sholat jum'at bersama di Masjid Mujahidin Perak Surabaya ini, dihadiri sekitar 2000 jamaah, Jum'at (2/12). Memang setiap kali melaksanakan Sholat Jum'at, Kapolres selalu melaksanakan di masjid-masjid yang berbeda di wilayah hukumnya, hal ini dimaksudkan untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat.


Sementara Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete, S.I.K, SH, MH pada saat dikonfirmasi mengatakan kami menghimbau kepada semua warga masyarakat untuk berdoa bersama untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dan untuk sama-sama menjaga kebhinekaan tunggal ika yang ada di Negara kita. Untuk saling menghormati perbedaan yang ada.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir berbaur dengan masyarakat

"Apabila ada permasalah agar cepat dilaporkan kepada pihak kepolisian agar cepat ditangani untuk dicarikan solusi permasalah, jangan sampai berkembang yang dapat menimbulkan konflik sosial,"katanya.


Lanjut, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menuturkan, biarlah itu masalah yang dibuat makhluk Allah, diserahkan pada Allah dan sepatutnya diselesaikan oleh makhluk Allah di rumah Allah.


"Apalagi isu tersebut menyangkut isu sensitif yang menyinggung agama Islam sebagai agama mayoritas di NKRI. Sekali lagi saya mengajak, lebih baik datang ke rumah Allah dan berdoa bersama-sama,"tuturnya.   (nhs)



Kaur Reg Ident Ipda Murdianto saat memberikan sambutan dan himbauan kepada pemohon SIM
Bangkalan, SadapNews - Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima, khususnya bidang pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), Sat Lantas Polres Bangkalan terus berbenah dan menghadirkan inovasi guna menyukseskan hal tersebut. Salah satu inovasi yang dilakukan yaitu dengan menghadirkan pelayanan pedesaan (Plasa) pembuatan SIM C dan SIM A baru maupun perpanjangan di Kecamatan Kab. Bangkalan yang jauh dari Polres Bangkalan.


Inovasi peningkatan pelayanan ini dihadirkan sebagai wujud pelayanan Prima yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh lapisan masyarakat kabupaten Bangkalan. Dengan sistem seperti ini, selain memberikan kemudahan dalam pelayanan, hal ini juga memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat yang mengurus SIM. Satuan lalulintas Polres Bangkalan kali ini melaksanakan pelayanan lalulintas pedesaan di lokasi dermaga Kamal tepatnya di halaman parkir yang sudah dipersiapkan khusus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Kamal dan sekitarnya, pada hari Kamis (1/12).


Awal pemohon Sim melakukan pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, ujian teori serta dilanjutkan ujian praktek ketrampilan mengemudikan kendaraan sepeda motor. Pada tahapan ujian teori sudah banyak peserta yang gugur, kemudian sebagian lagi gugur pada ujian praktek saat melalui lintasan zigzag dan angka Delapan. Jumlah pendaftar ujian SIM C dan SIM A di dermaga Kamal tercatat 105 pemohon dan lulus 35 pemohon, karena berhasil lulus dalam ujian mulai dari ujian teori maupun praktek sehingga berhak mendapatkan SIM.


Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha melalui Kasat Lantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto, SH menjelaskan bahwa, ini merupakan Inovasi dari Kapolres Bangkalan melalui pelayanan Lalulintas pedesaan (Plasa) dan kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan di wilayah Kab. Bangkalan yang jauh dari Polres Bangkalan. Saat ini Satlantas melaksanakan kegiatan Plasa di Pelabuhan Kamal wilayah Polsek Kamal.


"Ujian praktek dan teori SIM di Kec. Kamal merupakan bentuk layanan khusus untuk memberi kemudahan bagi masyarakat pedesaan yang jauh dari Polres Bangkalan,"tuturnya.    (nhs)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget