November 2016

Forpimda Bangkalan dan Bambang DPR RI saat di stand BPJS Ketenagakerjaan 
Bangkalan - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura terus berupaya mengenalkan eksistensinya di tengah masyarakat dengan berbagai upaya. Salah satunya dengan membuka Stand di Festival Bahari Kamal 2016 di Pelabuhan Kamal, acara Festival Kamal 2016 berlangsung selama 7 hari ke depan. Mulai 10 November - 17 November.


Melalui ajang ini, BPJS ketenagakerjaan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Karenanya, pada kegiatan Festival ini BPJS Ketenagakerjaan juga membuka stand bagi masyarakat yang mau mendaftarkan diri. "Melalui kegiatan ini juga, kami berharap jumlah kepesertaan bertambah. Khusus untuk manfaat BPJS Ketenagakerjaan, bisa diketahui masyarakat melalui kegiatan tersebut," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Guguk Heru Triyoko.


BPJS Ketenagakerjaan, tambah Guguk, memberikan stimulan iuran kepada pekerja di sekitar pelabuhan kamal mengingat masih banyak pedagang dan pekerja potong besi belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan "Stimulan iuran ke 100 pedagang Kamal dan pekerja pemotongan besi di sekitar Kamal,"tambahnya.


Ia juga menjelaskan program BPJS Ketenagakerjaan, ada 4 antara lain Jaminan Kecelakaan kerja, Jaminan Kematian, jaminan hari tua dan yang terakhir jaminan pensiun. Masyarakat bisa merasakan program tersebut ya harus daftar BPJS Ketenagakerjaan. "Manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) merupakan jaminan yang memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat bekerja sampai tiba, kembali di rumah atau menderita penyakit yang berkaitan dengan pekerjaannya,"jelasnya.


Tentang JKK, kecalakaan kerja, sebagai salah satu jenis risiko kerja, sangat mungkin terjadi di manapun dan dalam bidang pekerjaan apapun. Akibat dari kecelakaan kerja bisa bermacam-macam, mulai dari luka ringa, luka parah, cacat sebagaian anatomis, cacat sebagian fungsi, cacat total bahkan meninggal dunia. Acara Festival Bahari Kamal 2016 dihadiri oleh DPR RI Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, Bupati Bangkalan, Ra Momon. Dandim Bangkalan Letkol Inf Sunardi Istanto, SH, dan Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha. (nhs)

Anggota saat Pantau Lokasi
Bangkalan – Bentuk protes warga desa Sendang Laok yang merasa dirugikan karena menganggap pengaspalan jalan melebihi batas jalan dan memakan tanah warga, yang letaknya dari Pos Sendang ke arah barat melintasi Desa Sendang Laok, Desa Sendang Dejeh, Desa Morkepek dan Desa Labang.


Sehingga beberapa warga mematok jalan dan meminta pekerjaan pengaspalan oleh kontraktor PT. Betasari dihentikan. Para pemilik tanah menganggap pihak PT.BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya) tidak segera merespon keresahan warga sehingga pada hari Jumat (11/11/2016) beberapa warga dikoordinir oleh Sdr. Hasan Basri, warga Desa Sendang Laok melakukan pematokan jalan dan meminta kepada kontraktor PT. Betasari untuk tidak melanjutkan pengerjaan pengaspalan sampai ada penjelasan dari pihak BPWS terkait ganti rugi.


Mulanya protes akan mendatangkan warga sejumlah 25 orang, namun setelah dilakukan mediasi oleh pihak Polsek Sukolilo, akhirnya disepakati perwakilan warga adalah sdr. Faruq (Ketua paguyuban PKL Suramadu) dan 5(lima) orang perwakilan warga pemilik tanah.


Besok Senin (14/11/2016) sekitar pukul 09.00 wib di kantor BPWS Surabaya direncanakan akan dilakukan audensi dan klarifikasi kepada BPWS yang dilakukan oleh warga pemilik tanah. Kapolsek Sukolilo AKP Edy Cahyono Putro, SH menjelaskan, “Sementara situasi tetap aman kondusif dan terus dilakukan pemantauan, “Ujarnya.  (Hms)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget